Selasa, 03 Mei 2022

I'ROB DZIKIR AINNI ALAA DZIKRIK

I'ROB DZIKIR AINNI ALAA DZIKRIK

 

8. A’innī Alā Dzikrik

8- «اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ».

“Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu, dan terbaik dalam beribadah kepadaMu.” (Shohih: HR. Abu Dawud no. 1522)

I’ROB

(اَللَّهُمَّ): asalnya يا اللهُ dan Lafzhul Jalālah mabni dhommah atau marfu tanpa tanwin karena menjadi Munāda Mufrod. Lalu يا dipindah ke belakang menjadi الله يا dalam rangka memurnikan panggilan hanya kepada Allah. Lalu يا ini diganti مَّ sehingga menjadi اللهم.

(أَعِنِّي): أَ di tempat marfu menjadi Fail. يْ di tempat manshub menjadi Maf’ūl Bih.

(عَلَى ذِكْرِكَ): ذكرِ majrur kemasukan Jar ‘Alā, sekaligus sebagai Mudhōf. كَ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(شُكْرِكَ): شكرِ majrur karena diathofkan kepada ذكر, sekaligus sebagai Mudhōf. كَ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(حُسْنِ عِبَادَتِكَ): حسنِ majrur karena diathofkan kepada ذكرِ, sekaligus menjadi Mudhōf. عبادةِ majrur menjadi Mudhōf Ilaih, sekaligus sebagai Mudhōf. كَ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.



I'ROB DZIKIR ROBBI QINII

I'ROB DZIKIR ROBBI QINII

 

7. Robbi Qinī

7- «رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ».

“Ya Robb, jagalah aku dari siksaMu pada hari Engkau membangkitkan para hambaMu.” (HR. Muslim no. 709)

I’ROB

(رَبِّ): asalnya يَا رَبِّي lalu dibuang يا dan ي untuk meringankan bacaan. رَبِّ manshub dengan fathah yang dikhayalkan karena menjadi Munāda Mudhōf.

(قِنِي عَذَابَكَ): قِ artinya jagalah, atau dalam bentuk kalimat positif Engkau menjaga, sehingga Fa’ilnya adalah Engkau (أَنْتَ) yang tersembunyi di tempat marfu. يْ di tempat manshub menjadi Maf’ūl Bih I dan عذابَ manshub menjadi Maf’ūl Bih II sekaligus sebagai Mudhōf. كَ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih. Sementara نِ pada قِنِي adalah nun tambahan yang disisipkan untuk memisahkan antara fi’il amr dengan ya mutakallim.

(يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ): يومَ manshub menjadi Zhorof Zaman, sekaligus sebagai Mudhōf. Mana Mudhōf Ilaihnya? Yaitu kalimat تَبْعَثُ عِبَادَكَ di tempat majrur sebagai Mudhōf Ilaih. تَ di tempat marfu menjadi Fā’il. عبادَ manshub menjadi Maf’ūl Bih, sekaligus sebagai Mudhōf. كَ di tempat majrur sebagai Mudhōf Ilaih.

I'ROB SURAT AL-IKHLAS AL-FALAQ DAN AN-NAS

I'ROB SURAT AL-IKHLAS AL-FALAQ DAN AN-NAS

 

6. Mu’awwidzāt

6- «قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ  * اَللَّهُ الصَّمَدُ  *  لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ  *  وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ».

“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada satupun yang setara denganNya.”

I’ROB

(هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ): هو di tempat marfu menjadi Mubtadā. Lafzhul Jalālah marfu menjadi Khobar I dan أحد marfu menjadi Khobar II.

(اَللَّهُ الصَّمَدُ): Lafzhul Jalālah marfu menjadi Mubtadā, dan الصمد marfu menjadi Khobarnya. Faidah Khobar berupa ma’rifat adalah hanya, sehingga terjemahnya “Tempat bergantung (meminta segala kebutuhan) hanya kepada Allah”.

(لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ): يَ di tempat marfu menjadi Fā’il. يُ di tempat marfu menjadi Nā’ibul Fā’il.

(لَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ): هُ di tempat majrur kemasukan huruf Jar La. كفوا manshub menjadi Khobar يكن. أحد marfu menjadi Isim يكن.[1]

/


 

«قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ  *  مِن شَرِّ مَا خَلَقَ  *  وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ  *  وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  *   وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ».

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu Shubuh, dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakanNya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki.”

I’ROB

(أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ): أ di tempat marfu menjadi Fā’il. ربِّ majrur kemasukan Jar Bi, sekaligus menjadi Mudhōf. الفلق majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(مِن شَرِّ مَا خَلَقَ): شرِّ majrur kemasukan Jar Min, sekaligus menjadi Mudhōf. ما di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(مِن شَرِّ غَاسِقٍ): شرِّ majrur kemasukan Jar Min, sekaligus menjadi Mudhōf. غاسق majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(مِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ): شرِّ majrur kemasukan Jar Min, sekaligus Mudhōf. النفاثات majrur menjadi Mudhōf Ilaih. العقد majrur kemasukan Jar Fī.

(مِن شَرِّ حَاسِدٍ): i’robnya mirip مِن شَرِّ غَاسِقٍ.

/


 

«قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ  *  مَلِكِ النَّاسِ  *  إِلٰهِ النَّاسِ  *  مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ  *  الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ  *  مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ».

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb (Yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Sembahan manusia: dari kejahatan (bisikan) setan yang tersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (Shohih: HR. Abu Dawud no. 1523)

I’ROB

(أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ): أَ di tempat marfu menjadi Fā’il. ربِّ majrur kemasukan Jar Bi, sekaligus sebagai Mudhōf. الناس majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(مَلِكِ النَّاسِ): ملكِ majrur menjadi Badal ربِّ sekaligus menjadi Mudhōf. الناس majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(إِلٰهِ النَّاسِ): i’robnya mirip مَلِكِ النَّاسِ.

(مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ): شرِّ majrur kemasukan Jar Min, sekaligus sebagai Mudhōf. الوسواس majrur menjadi Mudhōf Ilaih. الخناس majrur menjadi Na’at.

(الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ): الذي di tempat majrur menjadi Badal untuk الوسواس. يُ di tempat marfu menjadi Fā’il. صدورِ majrur kemasukan Jar Fī, sekaligus sebagai Mudhōf. الناس majrur sebagai Mudhōf Ilaih.

(مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ): الجنة majrur kemasukan Jar Min. الناس majrur diathofkan kepada الجنة.


[1] يكن dan كَانَ adalah sama. Sebagaimana كان memiliki dua komponen (Isimnya dan Khobarnya), begitu juga يكن.

I'ROB AYAT KURSI

I'ROB AYAT KURSI

 

5. Ayat Kursi

5- «اَللَّهُ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ».

“Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah [2]: 255, Shohih: HR. An-Nasai no. 9848 dalam Al-Kubro)

I’ROB

(اَللَّهُ): Lafzhul Jalālah marfu menjadi Mubtadā. Mana Khobarnya? Khobarnya berjumlah 11, yaitu:

1-    لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ

2-    الْحَيُّ

3-    الْقَيُّومُ،

4-    لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ،

5-    لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ،

6-    مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ،

7-    يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ،

8-    وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ،

9-    وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ،

10-وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا،

11-وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Kalimat yang berjumlah 11 ini, semuanya menjadi Khobar, karena mengabarkan (menjelaskan) siapa Allah. Semuanya di tempat marfu menjadi Khobar.

Khobar Ke-1

(لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ): i’robnya sama dengan لا إله إلا الله di atas. هُوَ di tempat marfu menjadi Badal untuk حق yang tersembunyi (Khobar La).

Khobar Ke-2

(الْحَيُّ): di tempat marfu sebagai Khobar.

Khobar Ke-3

(الْقَيُّومُ): di tempat marfu sebagai Khobar.

Khobar Ke-4

(لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ): هُ di tempat manshub menjadi Maf’ūl Bih. سنةٌ marfu menjadi Fā’il. نومٌ marfu karena diathofkan (disambungkan hukumnya) kepada سنة.

Khobar Ke-5

(لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ): له di tempat marfu menjadi Khobar yang diawalkan. هُ di tempat majrur kemasukan huruf Jar La. ما di tempat marfu menjadi Mubtadā yang diakhirkan. السماوات majrur kemasukan huruf Jar Fī. ما di tempat marfu karena diathofkan kepada ما yang pertama. الأرض majrur karena kemasukan huruf Jar Fī.

Khobar Ke-6

(مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ): مَنْ di sini artinya tidak, karena bertemu إلّا, dan setiap من yang bertemu إلا pasti bermakna penafian (tidak). من di sini adalah isim istifham yang bermakna tidak, di tempat marfu menjadi Mubtadā. ذا isim isyāroh di tempat marfu menjadi Khobarnya. الذي di tempat marfu menjadi Badal untuk ذا. يَ pada يشفع di tempat marfu menjadi Fā’il. عند manshub menjadi Zhorof Makān, sekaligus sebagai Mudhōf. هُ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih. إذن majrur kemasukan huruf Jar Bi, sekaligus menjadi Mudhōf. هِ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

Khobar Ke-7

(يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ): يَ di tempat marfu menjadi Fā’il. ما di tempat manshub menjadi Maf’ūl Bih. بين manshub menjadi Zhorof Makān, sekaligus menjadi Mudhōf. أيدي majrur menjadi Mudhōf Ilaih, dan tanda majrurnya dengan ya muqoddaroh karena berupa isim manqūsh, sekaligus sebagai Mudhōf. هم di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih. ما di tempat manshub karena diathofkan kepada ما pertama. خلفَ manshub menjadi Zhorof Makān, sekaligus menjadi Mudhōf. هم di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

Khobar Ke-8

(وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ): ي+ون di tempat marfu menjadi Fā’il. شيء majrur kemasukan huruf Jar Bi. علمِ majrur kemasukan huruf Jar Min, sekaligus sebagai Mudhōf. هِ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih. ما di tempat majrur kemasukan huruf Jar Bi. شَاءَ adalah fi’il, mana Fa’ilnya? Tersembunyi yaitu هُوَ di tempat marfu.

Khobar Ke-9

(وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ): كرسيُّ marfu menjadi Fā’il, sekaligus menjadi Mudhōf. هُ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih. السماوات manshub menjadi Maf’ūl Bih, dan tanda manshubnya dengan kasroh karena termasuk jamak muannats salim. الأرض manshub karena diathofkan kepada السماوات.

Khobar Ke-10

(وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا): هُ di tempat manshub menjadi Maf’ūl Bih. حفظ marfu menjadi Fā’il sekaligus menjadi Mudhōf. هما di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

Khobar Ke-11

(وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ): هو di tempat marfu menjadi Mubtadā. العلي marfu menjadi Khobar I dan العظيم marfu menjadi Khobar II.


I'ROB DZIKIR TASBIH TAHMID DAN TAKBIR

I'ROB DZIKIR TASBIH TAHMID DAN TAKBIR

 

4. Tasbīh, Tahmīd, Takbir

4- "Maha Suci Allah." "Puji kagungan Allah." "Gusti Maha Agung."

Maha suci Allah (33x) . Sagala puji milik Allah (33x) . Allah Maha Besar (33x) .”  

Abdi ROB

( Maha Suci Allah!): perkiraan kalimat lengkapna nyaéta I ngagungkeun Allah Maha Suci Allah. a di tempat marfu janten Fā'il. Lafzhul Jalālah manshub jadi Maf'ūl Bih. Haleluya manshub menjadi Maf’ul Muthlaq[1], sekaligus sebagai Mudhōf. Lafzhul Jalālah majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(اَلْحَمْدُ لِلَّهِ): الحمد marfu menjadi Mubtadā dan لله di tempat marfu menjadi Khobarnya. Lafzhul Jalālah majrur kemasukan huruf Jar Li.

(اَللهُ أَكْبَرُ): Lafzhul Jalālah marfu menjadi Mubtadā dan أكبر mabni dengan dhommah menjadi Khobar. Ia mabni karena ia termasuk isim tafdhīl, yaitu isim yang ikut rumus أَفْعَلُ yang bermakna “lebih” atau “paling”. Ia bermakna “lebih” jika perkiraannya أَكْبَرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ, dan bermakna “paling” jika perkiraannya أَكْبَرُ الأَشْيَاءِ.

(أَكْبَرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ): أكبر mabni dengan dhommah di tempat marfu menjadi Khobar, كل majrur kemasukan huruf Jar Min sekaligus sebagai Mudhōf, dan شيء majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(أَكْبَرُ الأَشْيَاءِ): أكبر marfu menjadi Khobar sekaligus sebagai Mudhōf, dan الأشياء majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

===

Kemudian disempurnakan menjadi 100:

«لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ».

“Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu milikNya. MilikNya kerajaan dan milikNya segala pujian dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim no. 597)

I’ROB

(لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ ... قَدِيْرٌ): sudah berlalu i’robnya.


[1] مَفْعُول مُطْلَقٌ adalah isim manshub yang jatuh setelah fi’il yang memiliki akar kata yang sama dengannya, contohnya أُسَبِّحُ dengan سُبْحَانَ.

I'ROB DZIKIR LAHUN NI'MAH

I'ROB DZIKIR LAHUN NI'MAH

3. Lahun Ni’mah

3- «لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ. لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ».

“Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu milikNya. MilikNya kerajaan dan milikNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepadaNya. MilikNya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepadaNya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (HR. Muslim no. 594)

I’ROB

(لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ ... قَدِيْرٌ): sudah berlalu i’robnya.

(لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ): حولَ manshub tanpa tanwin menjadi Isim La (linafyil jinsi), dan perkiraan Khobarnya yang tersembunyi adalah مَوْجُودٌ marfu. قوةَ i’robnya sama dengan حولَ. Lafzhul Jalālah majrur kemasukan huruf Jar Bi.

(لاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ): نَ di tempat marfu menjadi Fā’il. هُ di tempat manshub menjadi Maf’ūl Bih. Apa fungi إيا ? Ia tidak memiliki hukum, sementara fungsinya untuk menjadi tempelan هُ.

(لَهُ النِّعْمَةُ): له di tempat marfu menjadi Khobar yang diawalkan, dan النعمة berhukum marfu sebagai Mubada yang diakhirkan. هُ di tempat majrur kemasukan huruf Jar La.

(لَهُ الْفَضْلُ): i’robnya mirip لَهُ النِّعْمَةُ.

(لَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ): i’robnya mirip لَهُ النِّعْمَةُ. الحسن marfu karena menjadi Na’at untuk الثناء.

(لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ): لا إله إلا الله di sini kabar bemakna perintah yaitu لاَ تَعْبُدُوا إِلاَّ اللَّهَ “jangan kalian menyembah kecuali Allah”. مخلصين manshub dengan yā’ karena menjadi Hāl untuk تعبدوا. هُ di tempat majrur kemasukan huruf Jar La. الدينَ manshub karena menjadi Maf’ūl Bih, untuk isim fā’il مخلصين. Perlu diketahui bahwa isim fā’il boleh memiliki Maf’ūl Bih, dan perkiraan kalimatnya adalah أَخْلِصُوا لَهُ الدِّينَ.

(لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ): الكافرون marfu dengan wawu menjadi Fa’i. Tanda marfu untuk jamak mudzakkar salim adalah wawu. 



I'ROB DZIKIR LAA MAANIA

I'ROB DZIKIR LAA MAANIA

2. Lā Māni’

2- «لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ».

“Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNya kerajaan dan milikNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)Mu.” (HR. Al-Bukhori no. 844 dan Muslim no. 593)

I’ROB

(لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ): إله manshub dengan fathah tanpa tanwin karena menjadi Isim Lā (linafyil jinsi), sementara Khobarnya tersembunyi perkiraannya حقٌّ atau بِحَقٍّ. Lafzhul Jalālah marfu karena menjadi Badal untuk حق atau بحق.

(وَحْدَهُ): وحدَ manshub menjadi Hāl untuk Lafzul Jalālah, sekaligus menjadi Mudhōf. هُ di tempat majrur menjadi Mudhōf Ilaih.

(لاَ شَرِيْكَ لَهُ): شريكَ manshub tanpa tanwin menjadi Isim Lā (linafyil jinsi), dan Khobarnya tersembunyi dan diperkirakan حَقٌّ marfu dengan dhommatain atau بِحَقٍّ di tempat marfu. هُ di tempat majrur kemasukan huruf Jar.

(لَهُ الْمُلْكُ): له di tempat marfu menjadi Khobar yang diawalkan, dan (الملك) marfu menjadi Mubtadā diakhirkan. هُ di tempat majrur kemasukan huruf Jar La.

(لَهُ الْحَمْدُ): mirip i’rob له الملك.

(هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ): هو di tempat marfu menjadi Mubtadā. كل majrur kemasukan huruf Jar ‘Alā, sekaligus sebagai Mudhōf. شيء majrur menjadi Mudhōf Ilaih. قدير marfu menjadi Khobar.

(لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ): مانعَ manshub tanpa tanwin karena menjadi Isim Lā (linafyil jinsi), dan perkiraan Khobarnya adalah موجودٌ marfu dengan dhommatain. ما di tempat majrur kemasukan huruf Jar Li. تَ di tempat marfu menjadi Fā’il.

(لاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ): i’robnya mirip لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ.

(يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ): ذا manshub menjadi Maf’ūl Bih, sekaligus menjadi Mudhōf. الجد majrur menjadi Mudhōf Ilaih. ك di tempat majrur kemasukan huruf Jar Min. الجد marfu menjadi Fā’il.